Sejarah Berdirinya dan Runtuhnya Daulah Bani Umayyah

 


Daulah Bani Umayyah (661-750 M) adalah dinasti Islam pertama yang menguasai wilayah luas dari Jazirah Arab hingga ke Eropa dan Afrika Utara. Dinasti ini didirikan setelah periode Khulafaur Rasyidin dan dipimpin oleh keluarga Umayyah yang berasal dari suku Quraisy, tepatnya dari cabang keluarga Bani Umayyah. Berikut adalah sejarah lengkap berdirinya hingga runtuhnya Daulah Bani Umayyah.

Setelah wafatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib pada tahun 661 M, Muawiyah bin Abu Sufyan, seorang gubernur Suriah dari Bani Umayyah, mengklaim kekhalifahan. Muawiyah dikenal sebagai pemimpin yang cakap dan memiliki pengaruh besar. Setelah kematian Ali, ia berhasil mengambil alih kekuasaan dan memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus. Ini menjadi cikal bakal berdirinya Daulah Bani Umayyah.

Muawiyah menjadi khalifah pertama dari Bani Umayyah, dan ia menetapkan sistem pemerintahan monarki herediter, yang berarti kekuasaan diwariskan kepada keturunan, menggantikan sistem pemilihan seperti yang diterapkan pada masa Khulafaur Rasyidin.

Selama masa pemerintahan Bani Umayyah, kekhalifahan mengalami kemajuan besar dalam berbagai aspek, seperti ekspansi wilayah, pembangunan infrastruktur, dan stabilitas politik. Berikut adalah beberapa khalifah utama dan pencapaian mereka:

- Muawiyah bin Abu Sufyan (661-680 M): Khalifah pertama yang memulai kebijakan ekspansi militer, mendirikan angkatan laut Islam, dan memperkuat sistem administrasi.

- Yazid bin Muawiyah (680-683 M): Di masa Yazid, terjadi pemberontakan dari kaum muslim yang tidak puas, termasuk peristiwa Karbala yang melibatkan cucu Nabi Muhammad, Husain bin Ali.

- Abdul Malik bin Marwan (685-705 M): Berhasil menstabilkan negara, mengembangkan sistem mata uang, dan memerintahkan pembangunan Kubah Batu (Dome of the Rock) di Yerusalem.

- Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M): Pada masa Al-Walid, terjadi ekspansi besar-besaran hingga ke Spanyol dan Asia Tengah, menjadikan Daulah Umayyah salah satu kekuatan terbesar di dunia.

- Umar bin Abdul Aziz (717-720 M): Khalifah yang terkenal akan keadilan dan kesalehannya. Ia mengupayakan reformasi sosial dan ekonomi, mengurangi pajak yang membebani rakyat, dan memperbaiki sistem keuangan negara.

Di bawah pemerintahan Bani Umayyah, wilayah kekhalifahan Islam berkembang pesat, mencapai puncaknya pada masa Al-Walid bin Abdul Malik. Mereka berhasil menaklukkan wilayah-wilayah penting, seperti:

- Afrika Utara: Tentara Islam mencapai wilayah Maghreb (Maroko) dan mendirikan pemerintahan Islam di sana.  

- Spanyol: Pada tahun 711 M, pasukan Umayyah yang dipimpin oleh Tariq bin Ziyad menyeberangi Selat Gibraltar dan berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah Spanyol, mengawali era Islam di Andalusia.

- Asia Tengah: Ekspansi meluas hingga ke wilayah Transoxiana, melibatkan daerah-daerah seperti Samarkand dan Bukhara.

Daulah Bani Umayyah dikenal karena inovasi administrasi yang diterapkannya, termasuk pembagian wilayah kekuasaan yang terorganisir, sistem perpajakan yang lebih tertata, dan pemeliharaan keamanan di jalur perdagangan. Bahasa Arab dijadikan sebagai bahasa resmi pemerintahan, dan mata uang baru dicetak untuk menggantikan mata uang Bizantium dan Persia.

Selain itu, Bani Umayyah juga membangun banyak infrastruktur penting, seperti jalan raya, masjid, dan bangunan publik lainnya. Khalifah Abdul Malik bin Marwan bahkan memerintahkan pembangunan Dome of the Rock di Yerusalem, yang hingga kini menjadi salah satu landmark Islam yang penting.

Meskipun mencapai kejayaan besar, Daulah Bani Umayyah mulai mengalami kemunduran akibat berbagai faktor:

- Perlawanan dari Kaum Abbasiyah: Kaum Abbasiyah, keturunan dari Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi Muhammad), menentang pemerintahan Bani Umayyah. Mereka menganggap bahwa kekuasaan Bani Umayyah tidak sah dan melakukan pemberontakan yang berhasil menggalang dukungan besar, terutama dari kalangan Syiah dan non-Arab yang merasa terpinggirkan.

- Diskriminasi Etnis: Pemerintahan Bani Umayyah memberlakukan kebijakan yang lebih mengutamakan bangsa Arab, sehingga menimbulkan ketidakpuasan dari suku-suku non-Arab yang juga menjadi bagian dari kekhalifahan.

- Kesenangan yang Berlebihan: Beberapa khalifah Bani Umayyah yang terakhir dianggap hidup mewah dan tidak lagi peduli pada kesejahteraan rakyat serta mengabaikan ajaran agama, sehingga memicu kebencian dari masyarakat.

Pada tahun 750 M, kekhalifahan Bani Umayyah secara resmi berakhir setelah kekalahan mereka dalam Pertempuran Zab melawan pasukan Abbasiyah. Khalifah terakhir Bani Umayyah, Marwan II, tewas dalam pertempuran ini, dan kekuasaan Bani Umayyah digantikan oleh Dinasti Abbasiyah.

Meskipun runtuh, pengaruh Bani Umayyah tetap berlanjut dalam sejarah Islam, terutama di wilayah Andalusia (Spanyol). Salah satu keturunan Bani Umayyah, Abdul Rahman I, berhasil melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan Kekhalifahan Umayyah di Andalusia. Kekhalifahan ini bertahan hingga tahun 1031 M dan menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan seni Islam di Eropa.

Daulah Bani Umayyah adalah tonggak penting dalam sejarah Islam, menandai transformasi kekhalifahan menjadi kekuatan politik dan militer yang besar. Mereka berhasil memperluas wilayah Islam secara signifikan dan menciptakan pemerintahan yang kuat serta inovatif. Namun, kebijakan diskriminasi dan gaya hidup yang mewah dari beberapa penguasa akhirnya melemahkan dinasti ini dan memicu keruntuhan mereka di tangan Bani Abbasiyah. 

Warisan Bani Umayyah masih dikenang dalam sejarah Islam, terutama melalui arsitektur, budaya, dan peradaban yang mereka tinggalkan di berbagai wilayah yang pernah mereka kuasai, termasuk Andalusia yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Islam di Eropa.

Related Posts

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama