Hasan bin Ali bin Abi Thalib adalah cucu Rasulullah SAW yang sangat dicintai kaum muslim. Dia layaknya permata pada masa hidupnya, karena memiliki budi pekerti yang mulia dan terpuji.
Pada suatu hari Hasan sedang duduk di depan pintu rumahnya. Tiba-tiba datanglah seorang pemuda Arab badui. Kemudian, pemuda yang tidak dikenal itu mencaci maki Hasan Bin Ali dan juga ibu-bapaknya.
Anehnya, Hasan Bin Ali hanya mendengar tanpa sedikit pun membalas kata-kata hinaan pemuda badui tersebut.
Setelah pemuda badui tersebut puas mencaci maki, Hasan berkata kepada pemuda tersebut, "Wahai Badui, adakah engkau lapar atau dahaga?" Adakah sesuatu yang memusingkan hatimu?" tanyanya ramah.
Tanpa mempedulikan kata-kata Hasan barusan, pemuda badui itu malah tambah keras mencaci Hasan Bin Ali.
Kemudian, Hasan menyuruh pembantu rumahnya membawakan sejumlah uang perak. Lalu dia memberikannya kepada pemuda pemuda badui tersebut. "Wahai Badui, maafkanlah aku!" Inilah yang aku miliki." ucap Hasan lembut dan simpatik.
Akhirnya, sikap simpatik dan pelayanan lembut Hasan Bin Ali berhasil meluluhkan hati pemuda badui tersebut. Dia menangis terisak-isak, lantas bersujud di kaki Hasan.
"Wahai cucu Rasulullah, maafkanlah aku karena berlaku kasar kepadamu. Sebenarnya, aku sengaja melakukan hal ini untuk menguji kebaikan budi pekertimu sebagai cucu Rasul yang aku kasihi. Sekarang yakinlah aku bahwa engkau mempunyai budi pekerti yang mulia," kata pemuda badui tersebut sambil terus menangis.
Sumber: Haibunda